Diego Simeone Dihukum Tiga Laga

Diego Simione Terkena Hukuman

Diego Simeone Dihukum Tiga Laga

Diego Simione

Kabar kurang mengenakkan datang dari kubu Atletico Madrid. Pelatih mereka, Diego Simeone mendapatkan hukuman larangan berada di pinggir lapangan oleh otoritas tertinggi sepakbola Spanyol. Hukuman tersebut diberikan setelah Simeone dianggap melakukan tindakan terlarang di laga antara Malaga menghadapi Atletico Madrid pekan lalu.

Di laga tersebut, Simeone terlihat dengan sengaja menjatuhkan bola ke lapangan saat pemain Malaga mempunyai kesempatan untuk melakukan serangan balik. Kontan saja tindakan Simeone tersebut mendapat protes keras dari kubu Malaga. Di pertandingan itu sendiri, Atletico mampu meraih kemenangan tipis dengan skor 1-0.

Setelah dilakukan investigasi mendalam, para petinggi sepakbola Spanyol dan La Liga sepakat untuk menjatuhkan hukuman larangan mendampingi Atletico di pinggir lapangan selama tiga laga. Dengan hukuman tersebut, Simeone otomatis tidak bisa mendampingi Fernando Torres cs. di sisa musim ini.

Hukuman tersebut tentu sedikit banyak akan mempengaruhi performa Los Rojiblancos di tiga laga sisa. Apalagi Atletico terlibat pertarungan sengit dengan Barcelona dan juga Real Madrid dalam perebutan gelar juara La Liga Spanyol. Antonie Griezmann cs. kini harus berjuang tanpa komando Diego Simeone dari pinggir lapangan.

Kubu Atletico Madrid sendiri akan melayangkan banding terhadap hukuman kepada pelatihnya tersebut. Melalui juru bicara klub, Ateltico akan mengupayakan segala sesuatunya agar hukuman sang pelatih bisa dikurangi atau direduksi.

Peristiwa pelemparan bola ke dalam lapangan saat pemain Malaga hendak menyerang pertahanan Atletico tersebut memang cukup mengejutkan. Kejadian tersebut memancing reaksi yang sangat keras dari kubu Malaga yang merasa tindakan Simeone tersebut tidak mencerminkan jiwa fair play.

Di tiga laga sisa Atletico musim ini, lawan yang dihadapi tak terlalu berat. Tiga tim yang akan dihadapi oleh Atletico Madrid adalah Rayo Vallecano, Levante dan Celta Vigo. Atleti harus menyapu bersih ketiga laga tersebut agar peluang untuk merengkuh gelar La Liga musim ini tetap terbuka.

Kita tunggu saja bagaimana Atletico Madrid mengatasi hukuman Diego Simeone ini. Yang pasti, Atletico harus bermain dengan dengan semangat ekstra untuk meraih gelar juara La Liga sekaligus meruntuhkan dominasi Barcelona.

Kalahkan AC Milan, Verona Tetap Degradasi

Kalahkan AC Milan, Verona Tetap Degradasi

Kalahkan AC Milan, Verona Tetap Degradasi

Hellas Verona vs AC Milan

Pergantian tampuk pelatih kepala dari Sinisa Mihaljovic ke Christian Brocchi ternyata belum membuahkan hasil yang signifikan. Setelah menang di laga pertama, dan seri di laga kedua, Milan di bawah kendali Brocchi harus tunduk di tangan juru kunci Serie A, Hellas Verona, dengan skor 2-1.

Bermain sebagai tim tamu, AC Milan sempat memimpin terlebih dahulu melalui gol Jeremy Menez. Namung sayang, secara dramatis, Verona mampu membalikkan keadaan dan keluar sebagai pemenang di menit terakhir tambahan waktu.

AC Milan terus berjuang untuk memperbaiki posisinya di klasemen Serie A. Hingga pekan ke-34, Milan masih tertahan di peringkat keenam klasemen. Posisi Milan sendiri juga belum aman karena Sassuolo, Lazio dan Chievo bisa saja menggusur mereka dari posisi keenam.

Dalam laga melawan tuan rumah Verona di Stadio Marc Antonio Bentegodi, Milan menurunkan Carlos Bacca sebagai penyerang, ditemani oleh Jeremy Menez dan Keisukse Honda. Taktik Christian Brocchi membuahkan hasil di menit-menit awal pertandingan. Milan berhasil mendominasi Verona secara penuh.

Gol yang ditunggu pendukung Milan akhirnya tercipta di menit ke-21. Sepakan Jeremy Menez sukses menjebol gawang Verona yang dijaga Pierluigi Gollini. Gol Menez tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta di paruh pertama pertandingan. Babak pertama pun ditutup dengan skor 0-1 untuk keunggulan AC Milan.

Di babak kedua AC Milan masih tetap mendominasi permainan. Namun semangat para pemain Verona yang masih berjuang untuk keluar dari zona degradasi membuat tim tamu cukup kerepotan. Verona akhirnya mampu mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-72 melalui penalti Giampaolo Pazzini.

Drama terjadi di menit terakhir masa tambahan waktu saat Luca Siligardi mampu mencetak gol untuk membawa Verona berbalik unggul atas Milan. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Kemenangan ini ternyata hanya berlangsung sebentar saja. Pasalnya, beberapa jam berselang, Carpi yang menjadi pesaing Verona juga sukses mengalahkan lawannya Empoli dengan skor 1-0. Hasil tersebut membuat Verona menjadi tim Serie A pertama yang terdegradasi ke kasta kedua kompetisi Eropa atau Serie B.

Anthony Martial Antar United ke Final FA Cup

Anthony Martial Antar United ke Final FA Cup

Anthony Martial Antar United ke Final FA Cup

Antony Martial

Louis Van Gaal berpeluang besar untuk mempersembahkan trofi kepada Manchester United musim ini, setelah Manchester United sukses mengalahkan Everton di babak semifinal FA Cup dengan skor tipis 2-1. Kemenangan tersebut membuat United berhak melaju ke babak final FA Cup 2016.

Kemenangan Manchester United di pertandingan tersebut bisa dibilang cukup dramatis. Hal ini karena gol kemenangan Setan Merah tercipta di menit injury time babak kedua. Gol kemenangan Manchester United itu sendiri dicetak oleh pemain asal Perancis, Anthony Martial.

Everton yang di laga sebelumnya dipecundangi rival sekotanya, Liverpool, dengan skor 4-0 bermain cukup impresif di awal babak pertama. Lewat Romelu Lukaku dan Ross Barkley, The Toffes mampu merepotkan lini belakang Manchester United. Namun, justru United yang mampu membuka keunggulan terlebih dahulu.

Gol pembuka United dicetak oleh mantan pemain Everton, Maourone Fellaini di menit ke-34. Menerima umpan Anthony Martial, sepakan pemain timnas Belgia tersebut gagal dihalau oleh Tim Howard. Manchester United pun sementara unggul dengan skor 1-0. Keunggulan tipis 1-0 tersebut menutup paruh pertama laga.
Di awal babak kedua, tepatnya di menit ke-56 Everton berkesempatan untuk menyamakan kedudukan setelah wasit menghadiahkan tendangan penalti. Namun sayang, eksekusi penalti Romelu Lukaku dapat diselamatkan oleh david De Gea.

Everton akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-76 melalui gol bunuh diri Chris Smalling. Gol bunuh diri tersebut berawal dari umpan datar Gerrad Doulefou ke kotak penalti United. Chris Smalling yang berupaya menghalau umpan tersebut justru membelokkan bola ke gawangnya sendiri. Skor pun menjadi imbang dengan skor 1-1.

Di sisa waktu yang ada pertandingan berjalan dengan cukup menarik. Kedua pelatih saling jual beli serangan. United akhirnya mampu mengunci kemenangan di menit tambahan babak kedua setelah Anthony Martial sukses menjebol gawang Tim Howard. Gol tersebut menjadi gol penutup di laga tersebut.

Gol dari Martial tersebut sukses mengantarkan United ke babak final FA Cup 2016. Di final, Manchester United akan bertemu dengan pemenang antara Crystal Palace dan Watford. Melihat calon lawan yang dihadapinya, Louis van Gaal mempunyai kesempatan yang cukup besar untuk mempersembahkan trofi FA Cup kepada Manchester United.

AC Milan Harus Puas Berbagi Angka dengan Carpi

AC Milan Harus Puas Berbagi Angka dengan Carpi

AC Milan Harus Puas Berbagi Angka dengan Carpi

AC Milan vs Carpi

Pendukung AC Milan kembali harus gigit jari. Setelah sebelumnya berhasil membawa pulang tiga angka dari kandang Sampdoria, Ricardo Montolivo cs harus puas dengan hasil imbang di kandang sendiri saat menjamu tim lemah Carpi. Pelatih baru Milan, Christian Brocchi yang sebelumnya dipuji kini justru mendapat tekanan.

Il Rossoneri membutuhkan kemenangan untuk menghidupkan peluang mereka dalam meraih tiket liga Champions musim depan. Milan bersaing dengan Inter, Fiorentina dan AS Roma dalam perebutan tiket terakhir liga Champions tersebut. Oleh karena itu, kemenangan atas Carpi adalah harga mati.

Christian Brocchi yang menggantikan Sinisa Mihaljovic menurunkan duet Mario Balotelli dan Carlos Bacca di lini depan. Brocchi berharap tuah Balotelli yang di pertandingan sebelumnya mampu menunjukkan performa gemilang.

Sejak peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, tuan rumah langsung menekan tim tamu. Carpi yang berjuang untuk menghindari jerat degradasi menumpuk banyak pemain di lini belakang. Hal itu cukup berhasil untuk menghadapi agresifitas para pemain AC Milan.

Peluang pertama AC Milan datang dari kaki Kevin Prince Boateng. Tendangan pemain Ghana tersebut tepat mengarah ke gawang Carpi. Namun penjaga gawang Carpi, Vid Belec mampu mengamankan gawangnya dari kebobolan.

Peluang selanjutnya datang dari Carlos Bacca. Terhitung dua kali Bacca memiliki peluang emas untuk mencetak gol. Namun sayang, peluang tersebut belum membuahkan gol. Babak pertama pun ditutup dengan skor imbang tanpa gol.

Di babak kedua, AC Milan masih terus mendominasi permainan. Di menit ke-65, AC Milan sempat mencetak gol melalui Jose Mauri. Namun gol tersebut harus dianulir karena mauri terlebih dahulu berada pada posisi offside.

Di sisa waktu yang ada Carpi berusaha keras mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Milan pun dibuat frustasi dengan rapatnya lini pertahanan Carpi. Alhasil, skor imbang 0-0 tetap bertahan hingga wasit menipukan pelit panjang tanda pertandingan berakhir. Milan pun harus puas dengan tambahan satu angka.

Hasil imbang ini tentu menjadi sebuah kerugian besar bagi AC Milan. Christian Brocchi yang sempat dipuji-puji kini berada dalam tekanan yang cukup tinggi, terutama dari kalangan pendukung AC Milan.

Thomas Muller Bawa Bayern ke Final DFB Pokal

Thomas Muller Bawa Bayern ke Final DFB Pokal

Thomas Muller Bawa Bayern ke Final DFB Pokal

Thomas Muller

Thomas Muller berhasil menjaga peluang treble winners Bayern Munchen musim ini tetap terjaga. Dua gol dari pemain timnas Jerman tersebut membungkam Werder Bremen dalam babak semifinal DFB Pokal atau Piala Jerman. Kemenangan 2-0 atas Werder Bremen tersebut memastikan satu tempat di babak final untuk Bayern Munchen.

Pep Guardiola memang berhasrat untuk mempersembahkan treble winners kepada Bayern Munchen musim ini. Selain di DFB Pokal, raksasa Jerman ini juga berpeluang besar meraih dua gelar bergengsi, yaitu liga Champions Eropa dan Bundesliga Jerman.

Jika berhasil mengantarkan Munchen meraih tiga gelar, Pep akan memberikan kado perpisahan manis bagi para pecinta Bayern Munchen. Seperti yang sudah diketahui, musim 2015/2016 ini adalah musim terakhir Pep Guardiola melatih Arjen Robben cs. Musim depan, Pep akan menjajal Premier League Inggris dengan mengarsiteki Manchester City.

Bermain di depan publik Allianz Arena, Bayern Munchen tampil cukup percaya diri. Pep Guardiola sendiri tetap menurunkan kekuatan terbaiknya di pertandingan ini. Hal ini terlihat dari dimainkannya Robert Lewandowski, Thomas Muller, Manuel Neuer, Frank Ribery, Xabi Alonso hingga Philip Lahm.

FC Holywood baru bisa membuka keunggulan ketika laga berjalan setengah jam. Berawal dari umpan Xabi Alonso dari tendangan pojok, Thomas Muller yang tak terjaga berhasil menyundul bola ke gawang Bremen. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan Bayern Munchen.

Di sisa waktu babak pertama tak ada gol lagi yang tercipta. Paruh pertama pun berakhir dengan keunggulan tipis tuan rumah. Memasuki babak kedua, dominasi permainan masih dipegang oleh tuan rumah. Ini terlihat dari presentase penguasaan bola dan jumlah peluang yang dimiliki kedua tim.

Munchen akhirnya mampu menggandakan keunggulan di menit ke-77. Gol kedua Munchen tersebut lagi-lagi dicetak oleh Thomas Muller lewat titik putih. Penalti tersebut diberikan kepada Munchen setelah Arturo Vidal dijatuhkan di kotak terlarang.

Keunggulan 2-0 tersebut akhirnya bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Bayern Munchen pun melenggang mulus ke final DFB Pokal 2016. Di final, Bayern masih menunggu pemenang antara Borussia Dortmunda dan Hertha Berlin.