Pratinjau Final Piala Dunia – Jerman vs Argentina

Jerman Dapat Menulis Sejarah

Jerman yakin dapat mengalahkan Argentina di final Piala Dunia
Joachim Low ingin Jerman membuat sejarah

Sang Pemberani Joachim Low ingin Jerman untuk membuat sejarah di Maracana pada hari Minggu dan kemudian mendominasi dunia sepakbola di tahun-tahun yang akan datang. Setelah menang besar atas Brasil 7-1  di semifinal, Jerman menjadi favorit untuk mengalahkan Argentina dan memenangkan Piala Dunia di Rio. Jika Jerman berhasil, ini akan menjadi keempat kalinya mereka telah memenangkan trofi terkenal itu – tapi itu akan menjadi satu-satunya kemenangan mereka di tanah Amerika Selatan.

Memang, tidak ada negara Eropa yang dapat menjadi juara di benua Amerika dalam empat turnamen Piala Dunia terakhir. Cekoslowakia berhasil mencapai final pada tahun 1962 dan Belanda pada 1978, tapi Low berharap timnya bisa berhasil di Brasil akhir pekan ini.

“Di masa lalu ini tidak pernah terjadi, jadi kami tahu bahwa kami dapat mengukir sejarah,” kata pelatih Jerman dalam konferensi pers pada malam final. “Amerika Latin, di benua ini, telah mendominasi sepanjang waktu. Jadi mengapa kita tidak bisa menjadi yang pertama? Ini bisa dianggap sebagai sukacita tambahan bagi kita jika kita menang sebagai orang Eropa di tanah Amerika Latin.”

Kemenangan telak Jerman atas Brazil di semi-final membuat kejutan di sepakbola dunia. Toni Kroos, Thomas Muller, Bastian Schweinsteiger dan Sami Khedira bermain luar biasa – begitu pula pemain berusia 23 tahun Andre Schurrle, yang datang dari bangku cadangan untuk mencetak gol yang menakjubkan. Jika Jerman menang lagi untuk mengangkat Piala Dunia pada hari Minggu, Low yakin bahwa itu tidak akan menjadi trofi yang terakhir bagi para pemainnya.

Dengan usia rata-rata 26 tahun, skuad Jerman ini adalah yang termuda keenam di Brasil. Dan dua dari bintang utama – Ilkay Gundogan dan Marco Reus – keduanya absen karena cedera. Low berpikir potensi yang ada untuk Jerman untuk mendominasi dunia sepakbola – seperti yang Spanyol lakukan ketika mereka memenangkan tiga piala utama berturut-turut, dimulai dengan Euro 2008.

“Kami memiliki pemain yang sekarang sedang dalam kondisipuncak mereka, tapi kami juga memiliki pemain muda di skuad dan pemain-pemain hebat lainnya yang tidak tampil di ajang Piala Dunia,” tambah Low. “Kami memiliki pemain-pemain dengan masa depan yang fantastis: Gundogan, Reus, (Mesut) Ozil, Schurrle, Muller … mereka akan bisa terus bermain untuk waktu yang cukup lama.

“Dengan skuad yang ada saat ini, kami akan tetap bisa bermain dalam kondisi puncak dalam waktu yang cukup lama, dengan tambahan beberapa pemain muda untuk memperkuat tim di masa yang akan datang.”

Prediksi Jerman vs Portugal

Prediksi pertandingan Jerman vs Portugal
Prediksi pertandingan Jerman vs Portugal

Jika kita melihat persamaan kedua tim yang akan berlaga malam nanti yakni Jerman vs Portugal maka sekilas tidaklah ada perbedaan yang berarti bagi keduanya. Baik Jerman maupun Portugal keduanya memiliki persamaan benua yang sama, liga yang kuat dan kesamaan kompetisi yang sering diikuti. Namun jika di tilik lebih dalam sebenarnya ada “jurang” pemisah cukup dalam antara kedua tim ini.

Jerman dengan julukan Der Panzernya adalah tim yang mengandalkan kekuatan dan daya penghancur yang besar, sementara sebaliknya Portugal lebih mengandalkan skil individu yang memikat sehingga mereka di juluki Samba Eropa mengingat gaya permainannya mirip dengan apa yang diperagakan oleh Brazil. Melihat perbedaan gaya bermain inilah maka pertandingan Jerman versus Portugal dinilai akan menarik.

Kolektifitas dan kekuatan Jerman akan diuji oleh skill individu menawan ciri khas Portugal. Dari segi kekuatan dan sejarah jelas Jerman lebih unggul jika di bandingkan dengan Portugal, berkali-kali tim panser bisa juara atau bisa melaju setidaknya hingga ke semifinal seperti pada tahun 2006 lalu. Sementara Portugal masih kesulitan untuk berprestasi tinggi karena perimbangan kekuatan di skuad Portugal tidaklah merata, ada pemain yang berlaga di klub besar namun ada juga pemain yang berlaga di klub kecil

Faktor Madrid Connection
Namun Portugal bisa berbangga karena untuk gelaran piala dunia kali ini timnas mereka di perkuat oleh beberapa pemain yang bersinar di Eropa khususnya di Real Madrid sehingga bisa mengantarkan Madrid meraih La Decima. Beberapa pemain Madrid tersebut adalah Cristiano Ronaldo yang merupakan pemain terbaik dunia tahun ini, lalu ada Pepe yang cukup tangguh mengisi posisi bek dan ada Fabio Contreao dan bersinar di posisi bek sayap.
Deretan pemain Madrid yang dimiliki oleh Portugal ini akan beradu dengan pemain-pemain kreatif dari Jerman seperti Mesut Ozil, Toni Kroos dan Bastian Schweinsteiger. Menarik disimak siapa yang lebih unggul, Portugal dengan gaya sambanya atau Jerman dengan kekuatan Der Panzer nya.

4 pelatih top sepak bola yang pernah menjadi guru

Tahukah anda jika beberapa pelatih top dunia saat ini dulunya berprofesi sebagai guru sekolah.

Siapa saja nama-nama pelatih yang pernah bekerja sebagai tenaga pendidik tersebut? Simak ulasan di bawah ini.

1. Jose Mourinho

jose mourinho ternyata guru sekolah
jose mourinho dulunya adalah guru sekolah

Nama Mourinho merupakan salah satu pelatih tersukses di dunia. Ia berhasil mengantar klub-klub yang dilatihnya menjadi kampiun di liga domestik, bahkan ada yang hingga meraih piala di kancah Liga Champions, tapi tak banyak yang tau jika pada masa lalunya, ia pernah menjadi guru olahraga di beberapa sekolah.

Pelatih yang dikenal ambisius dan pintar ini merupakan guru yang mengajar ilmu keolahragaan dengan teori kepelatihan yang ia dapat saat mengambil kursus pelatih sepakbola. Kini ia dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik dunia.

2. Louis van Gaal

Louis van Gaal bekas guru olah raga
Louis van Gaal bekas guru olah raga

Pria yang kini menjabat sebagai pelatih timnas Belanda ini sudah mendapatkan berbagai gelar di level domestik maupun internasional. Van Gaal pernah membawa klub yang dilatihnya menjuarai liga di berbagai negara seperti Eredivisie bersama Ajax Amsterdam dan AZ Alkmaar, Bundesliga bersama Bayern Muenchen, terakhir La Liga bersama FC Barcelona. Ia pun pernah menjuarai Liga Champions bersama Ajax Amsterdam tahun 1995. Dulunya ia adalah seorang guru olahraga.

Pelatih timnas Belanda ini sudah banyak mencicipi pengalaman melatih di level klub maupun negara. Ia pun sukses mengantarkan beberapa klub menjadi juara di liga-liga domestik.Ia juga pernah menjuarai ajang Liga Champions kala melatih Ajax Amsterdam. Siapa yang menyangka jika sosok pelatih hebat ini dulu pernah menjadi guru olahraga.

3. Guus Hiddink

Guus Hiddink pernah menjadi guru bagi anak-anak bermasalah
Guus Hiddink pernah menjadi guru bagi anak-anak bermasalah

Pelatih yang dikenal sebagai spesialis tim nasional ini memiliki segudang pengalaman. Ia dikenal sebagai pelatih yang mampu membawa beberapa negara lolos menuju putaran final piala dunia. Namun dibalik itu semua, ternyata pada masa lalunya, ia merupakan seorang guru bagi anak-anak bermasalah. Bahkan banyak muridnya yang terlibat tindakan kriminal.

4. Roy Hodgson

Roy Hodgson pernah menjadi guru di sekolah elit
Roy Hodgson pernah menjadi guru di sekolah elit

Pelatih yang kini menukangi tim The Three Lions ini dulunya merupakan seorang guru di sekolah elit, Alleyn School. Sekolah ini terletak di daerah London selatan.

Chelsea Pecahkan Rekor Kandang Citizens

John Terry

Bek sekaligus kapten Chelsea, John Terry merasa senang timnya mampu meraih kemenangan 1-0 atas Manchester City di Etihad Stadium tadi malam. Gol tunggal Branislav Ivanovic menjaga klub London Barat benar-benar dalam perburuan gelar Premier League setelah terpaut hanya dua poin di belakang pemimpin klasemen Arsenal.

Mantan bek internasional Inggris itu merasa bahwa kemenangan ini dapat memberikan beban mental pada tim besutan Manuel Pellegrini dalam perburuan gelar,” kemenangan ini penting, bukan hanya untuk kita tetapi untuk tim lain, menunjukkan bahwa mereka dapat dikalahkan.”

Strategi yang diracik pelatih Jose Mourinho membuktikan bahwa dia tahu bagaimana mengatur tim untuk mendapatkan hasil,” Kami menghabiskan beberapa hari bekerja untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan mereka. Setelah kekecewaan atas kekalahan melawan West Ham, kemenangan ini penting untuk membangkitkan mental tim,” kata Terry.

“Hal psikologis sangat penting dan sangat baik bagi kita tetapi kita tahu jalan dan kami akan mencoba untuk melakukan segalanya untuk tetap berjuang untuk gelar hingga akhir musim,” tambahnya.

Sementara itu, Mourinho telah mengakui ia tidak mengharapkan kapten Chelsea John Terry untuk tampil standar tinggi musim ini. Terry yang sempat kehilangan tempat pasca dipimpin Rafa Benitez musim lalu, telah kembali pada posisinya sebagai andalan sejak Mourinho kembali ke Stamford Bridge.

Terakhir Chelsea mengalahkan City 2-1 Stamford Bridge pada bulan Oktober ketika Fernando Torres, yang saat ini dibekap cedera mengambil keuntungan dari kesalahan yang dilakukan oleh Joe Hart dan Matija Nastasic di menit akhir pertandingan.

Thiago Pertahankan Rekor Munich

Thiago Alcantara

Bayern Munich menguatkan dirinya sebagai tim dengan pemegang rekor liga tak terkalahkan selama 43 pertandingan setelah mengalahkan Stuttgart 2-1 pada Rabu malam.

Thiago Alcantara yang menandai gol pertamanya untuk Bayern ketika tendangan voli luar biasa di menit ketiga tambahan waktu untuk memberikan kepastian sang juara Bundesliga, itu kemenangan ke-16 mereka dalam 18 pertandingan. Bayern juga mencatatkan rekor kemenangan laga tandang sebanyak 28 kali tanpa tersentuh kekalahan.

Dengan mengumpulkan 50 poin dari 18 pertandingan, pelatih Pep Guardiola telah membuat start terbaik dari setiap pelatih dalam sejarah Bundesliga. Pada Desember lalu Bayern Munich juga sukses merengkuh Piala Dunia antar Klub yang pertama bagi sejarah sepakbola Jerman.

Menghadapi Stuttgart, Bayern tertinggal lebih dulu di menit ke-29 ketika pemain asal Norwegia, Ibisevic lolos dari jebakan offside dan langsung mengarahkan bola ke gawang Manuel Neuer. Menanggapi tertinggal, Bayern menaikkan tempo Claudio Pizarro yang datang dari bangku cadangan sukses menyamakan skor 1-1 lewat tandukan di menit ke-75.

Permainan menjadi buruk ketika wasit Manuel Graefe mengeluarkan tiga kartu kuning secara berurutan. Kedua belah pihak memiliki peluang yang jelas, jual beli serangan kerap di tampilkan kedua tim, namun sayang dewi fortuna masih berpihak kepada Munich, Alcantara menutup penampilan tiga menit waktu tambahan dengan tendangan voli setelah menerima umpan silang dari Rafinha, gol spektakuler menutup jalannya pertandingan 2-1 untuk kemenangan Munich.